Kenyang Seharian Hanya Dengan Uang Tiga Ribu
Kenyang Seharian Hanya Dengan Uang
Tiga Ribu

Di
zaman yang semodern seperti sekarang pertumbuhan ekonomi berkembang secara
pesat dan berdampak pada keadaan ekonomi masyarakat menengah kebawah. Makanan
dan minuman pun harganya sangat mahal untuk sekali makan. Uang tiga ribu pun
pada zaman sekarang tidak bisa untuk membeli makanan. Mungkin hanya bisa
digunakan untuk membeli gorengan sebanyak 5-6 potong, itu pun tidak bisa
membuat kenyang perut kita selama seharian. Namun di daerah Kecamatan Jetis
tepatnya di desa Ngabar ada seorang penjual pecel yang legendaris secara turun
menurun yang sudah ada sejak tahun 1970.an hingga sekarang. Pecel tersebut
terkenal dengan nama pecel mbak Nis.
Pecel
mbak Nis ini beda dengan pecel yang biasa kita ketemui. Karena pecel mbak Nis
terdiri dari lontong, sayur seperti kangkung dan taoge, yang kemudian di siram
bumbu kacang atau bumbu pecel yang sangat pedas lalu di tambahkan pentol kecil-
kecil yang rasanya sangat cocok ketika dipadukan dengan bumbu pecel tersebut.
Pecel mbak Nis ini pun disukai dari berbagai kalangan, karena harganya yang
sangat murah untuk seporsi pecel yang dapat mengenyangkan perut kita hingga
seharian. Pelangganya pun dari berbagai usia, mulai dari yang sudah tua, orang
dewasa, remaja, dan anak – anak. Pelanggannya pun bukan hanya dari desa Ngabar
saja namun sudah merambat ke tetangga desa dan desa lainnya. Bahkan ketika
masih pagi banyak orang yang mengantri membeli pecel mbak Nis untuk dijadikan
sebagai sarapan atau bekal makan siang di pabrik. Tak heran jika banyak orang
yang datang membeli pecel mbak Nis namun kehabisan dan akhirnya kembali dengan
tangan kosong. Hal ini dikarenakan daya tarik pecel mbak Nis yang memiliki ciri
khas tersendiri sehingga pelanggan berdatangan setiap hari. Pecel mbak Nis buka pada pukul 05.30 sampai
jam 12.00 siang, namun terkadang belum sampai jam 10.00 pecel mbak Nis sudah
habis karena ludes diserbu orang. Mbak Nis sendiri mengatakan bahwa pecelnya
tidak memiliki bumbu rahasia untuk menarik perhatian pelanggannya. Beliau hanya
menjaga cita rasa pecelnya secara turun menurun dari mendiang ibunya. Tempat warung
mbak Nis pun juga tidak besar, hanya warung yang kecil dan sangat sederhana
namun warung mbak Nis ini tidak pernah sepi oleh pembeli. Seperti anak remaja
tingkat SMP, SMA yang datang setelah kegiatan olahraga untuk makan di warung
mbak Nis. Tak hanya itu, pada jam istirahat anak SD warung mbak Nis juga sangat
ramai diserbu anak SD beserta ibunya yang juga ikut makan dan nimbrung diwarung
tersebut. Hingga warung mbak Nis
terlihat sangat penuh dan beliau merasa kuwalahan untuk merima pesenan para
pelanggannya. Mbak Nis sendiri tidak memiliki pembantu untuk berjualan,
melainkan mbak Nis hanya di bantu oleh sang suami untuk berjualan. Mbak Nis
juga tidak hanya menjual pecel saja namun mbak Nis juga menjual bakso yang
harganya cuman 2.500 perporsi, dan penggermarnya juga sangat banyak. Tidak
hanya menjual pecel dan bakso beliau juga menjual gorengan, es serta jajan-
jajanan ringan untuk menemani makanan di warung tersebut.
Perkembangan
zaman pun tidak membuat pecel mbak Nis menjadi makanan yang akan di tinggalkan
pelanggannya, Karena banyaknya makanan dan inovasi baru yang ditawarkan pada
masyarakat masa kini. Namun pecel mbk Nis masih eksis hingga tahun 1970.an
hingga sekarang tanpa adanya inovasi baru. Dengan tetap menjaga cita rasa pecel
secara turum menurun mbak Nis percaya bahwasannya pecelnya akan tetap digemari
oleh pelangganya walaupun suatu saat pasti ada kenaikan harga karena
perkembangan ekonomi yang meningkat.
Comments
Post a Comment