redupnya media cetak
PAPER
REDUPNYA
MEDIA CETAK
Disusun Oleh :
M. Iqbal Maulana (51703050020)
Rizky
Dwi Magfiroh (51703050025)
Dinda Dwi Utari (51703050010)
PROGAM STUDI ILMU KOMUNUIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
2018
BAB
I
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi media cetak adalah salah
satu kata yang menjadi sangat penting saat ini, karena perkembangan zaman saat
ini banyak sekali media yang muncul sebagai sarana masyarakat untuk memperoleh
informasi secara cepat dan tepat. Informasi yang dibutuhkan manusia dalam
mengembangkan ilmu dan wawasan yang dimilikinya.
Perkembangan media diawali dengan munculnya
media cetak. Inovasi teknologi media memunculkan persaingan yang mengakibatkan
perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini turut membawa perubahan
sosial masyarakat.
Perkembangan teknologi media juga turut
mempengaruhi format atau bentuk-bentuk yang muncul di media. Misalnya, dalam
bidang periklanan. Sedangkan gambar-gambar iklan produk tersebut dibuat secara
manual dengan menggunakan pena.
Bagaimana dengan sekarang? Perkembangan teknologi sekarang memudahkan orang
untuk membuat iklan dengan lebih atraktif. Menggunakan teknologi komputer,
iklan
suatu produk dapat didesain dengan menggunakan grafis dan dicetak menggunakan
printer.
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Landasan
Teori
Media cetak merupakan salah satu jenis media massa
yang dicetak dalam lembaran kertas. Media cetak juga dapat di didefinisikan
sebagai kegiatan yang berkaitan dengan proses produksi teks menggunakan tinta,
huruf dan kertas, atau bahan cetak lainnya. Media cetak ini dapat dikelompokkan
ke dalam beberapa jenis yakni surat kabar, majalah berita, majalah khusus,
newsletter, dll. Masing-masing jenis itu berbeda satu sama lain dalam penyajian
tulisan dan rubriknya.
Media cetak memiliki karakteristik, di antaranya
media cetak biasanya lebih bersifat fleksibel, mudah dibawa ke mana-mana bisa
disimpan (dikliping), bisa dibaca kapan saja, tidak terikat waktu. Dalam hal
penyajian iklan, walaupun media cetak dalam banyak hal kalah menarik dan
atraktif dibanding media elektronik namun di segi lain bisa disampaikan secara
lebih informatif, lengkap dan spesifik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
konsumen.
Fungsi atau peranan media cetak diantaranya adalah
Jenis-jenis media cetak yaitu
2.
Pembahasan
Redupnya Media Cetak
Raport merah
untuk industri media cetak nasional sudah dimulai sejak semester 2014. Saat itu,
sejumlah harian nasional ternama sudah mulai melakukan perampingan karyawan.
Bahkan, saat tahun 2014 ada sejumlah
media cetak yang memilih tutup. Salah satunya adalah Harian Jurnal Nasional dan
Soccer.
Pada tahun 2015,
kondisi industri media cetak nasional makin diperparah dengan banyaknya media
cetak ternama yang memilih menutup usahanya tersebut. Contohnya Koran Sinar
Harapan, Indonesia Finance Today, Tabloid Bola dan Majalah Fortune dari Kompas
Group, Majalah Bloomberg, dan media cetak lainnya yang akhirnya memilih
berganti menjadi media online, seperti Harian The Jakarta Globe dari Lippo
Group.
Sejumlah
penyebab yang memicu rontoknya media cetak nasional. Selain perubahan perilaku
konsumen Indonesia dalam mengkonsumsi media yang mengarah pada media online. Alasan
utama para pembaca media cetak biasanya lebih memilih koran adalah karena nilai
beritanya yang dapat dipercaya. “Elemen trust terhadap konten
tentu berpengaruh terhadap iklan yang ada di dalamnya. Sehingga keberadaan
koran sebagai media beriklan sangat penting untuk produk yang mengutamakan
unsur trust misalnya produk perbankan dan asuransi. Sedangkan
untuk Tabloid atau Majalah lebih kepada kisah nyata yang diulas.
Jika dilihat
dari profil pembaca, media cetak di Indonesia cenderung dikonsumsi oleh
konsumen dari rentang usia 20-49 tahun (74%), memilki pekerjaan sebagai
karyawan (32%) dan mayoritas pembacanya berasal dari Kelas Atas (54%). Ini
menunjukkan bahwa pembaca media cetak masih produktif dan dari kalangan yang
mapan. Pembaca media cetak juga merupakan pembuat keputusan dalam rumah tangga
untuk membeli sebuah produk (36%).
Membaca Buku
adalah salah satu hobi dari konsumen media cetak. Selain membaca, mereka juga
lebih cenderung menyukai Traveling.
Tiga dari empat pembaca media cetak mengakui tidak keberatan saat melihat iklan
karena iklan adalah salah satu cara untuk mengetahui produk baru.
Dengan semakin
berkembangnya teknologi, pembaca media cetak juga menggunakan Internet dalam
kehidupan sehari-hari. Tingginya frekuensi penggunaan internet diantara pembaca
media cetak yang mencapai 86%, yaitu diatas rata-rata yang sebesar 61%,
semakin banyak fakta bahwa pembaca media cetak berasal dari kalangan yang
lebih makmur atau kalanganan
ekonomi menengah keatas. Sebanyak 65% pembaca media cetak
mengakses internet melalui Smartphone dan
menghabiskan waktu dengan Internet hampir 3 jam setiap harinya.
Sejalan dengan
perkembangan dunia komputer, khususnya internet, media-media lama pun mulai
melebarkan sayap ke media-media modern. Sebut saja sekarang kita bisa
mengakses berita surat kabar KOMPAS melalui KOMPAS online.
Pertumbuhan
teknologi memang berpengaruh pada pertumbuhan informasi yang banyak dibutuhkan
masyarakat banyak dalam waktu cepat dan efisien. Meskipun begitu, media – media
cetak lama juga masih digemari oleh banyak orang.
Tidak semua orang pun suka dan bisa dengan teknologi
internet yang ada saat ini. Pertarungan antara media cetak biasa dan online pun
menjadi sangat kompetitif dimana bisnis media berlaku di dalam hal ini.
BAB
III
KESIMPULAN
Dalam
perkembangan teknologi saat ini bisnis media cetak mulai redup dengan begitu
pesatnya pertumbuhan media online termasuk
media sosial seperti facebook, twiter, instagram dan lainnya.
Pada
Era orde lama, sampai ke era reformasi tahun 1989, perkembangan media cetak
(koran, majalah, tabloid) sangat pesat sekali, dan mendominasi minat pembaca
untuk mengetahui berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.
Seiring
dengan perkembangannya pada era reformasi kebijakan itu pun berubah. Dibanding
pada masanya dulu, kini dalam perkembangnnya globalisasi orang membaca koran
nampaknya bergeser, agak malas karena agak ribet ketimbang membaca berita
media online. Karena
alasan utamanya kalau baca koran bolak-balik halaman, sedangkan berita online
tinggal klik di HP muncul berita yang diiginkan.
Disamping
itu berita-berita yang dilansir media cetak kadang terlalu panjang yang membuat
orang bosan membaca. Paling yang dibaca judulnya saja, itupun kalau menarik. Namun
tidak demikian dengan media online. Sedangkan market media online, makin
banyak orang yang mengupload conten-conten berita dan informasi
terkini, semakin banyak peluang untuk mendapatkan pundi uang.
Sedangkan
berita dan informasi yang ekspose media online singkat padat, tegas dan update yang merujuk
pada 5 W+1 H. Inilah kelebihan media online saat ini. Bagaimana nasib media cetak kedepannya yang
mulai tergeser dengan media online saat ini ? Jawabnya adalah
tergantung market dan kebijakan public. Ini tentunya imbas dari begitu pesatnya
perkembangan teknologi informasi berbasis internet yang mempengaruhi imajinasi
masyarakat saat ini.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.referensipublik.com/pergeseran-media-cetak-ke-media-online
http://www.industry.co.id/read/12906/era-media-cetak-mulai-redup-dan-ditinggalkan
https://id.wikipedia.org/wiki/Perkembangan_Media_Cetak
https://tirto.id/upaya-mencegah-kematian-media-cetak-b9Yg
https://www.nielsen.com/id/en/press-room/2017/MEDIA-CETAK-MAMPU-MEMPERTAHANKAN-POSISINYA.html
https://swa.co.id/swa/trends/management/ini-penyebab-utama-rontoknya-sejumlah-media-cetak-nasional
https://www.suara.com/bisnis/2015/11/23/145446/inilah-2-penyebab-industri-media-cetak-terpuku

Comments
Post a Comment